Kenali dirimu? Dan pahamilah

    Jangan menyalahi takdir, jika kamu belum mengenali siapa dirimu...

  Sebagaimana yang terjadi saat ini, dapat dilihat bahwa banyak dari pada kita yang masih berfikir siapa diri kita sebenernya, mengapa kita ada di dunia ini, dan apa yang dimiliki dalam diri kita sendiri. Seringkali manusia saat ini selalu menyalahkan apa yang sudah atau sedang terjadi dalam kehidupan yang sedang ia jalani. 

  Setiap hari bahkan setiap detiknya manusia akan selalu ditimpa ujian ataupun cobaan yang sudah atau memang dipersiapkan oleh tuhan, untuk menguji apakah kita mampu melewati itu semua, apakah kita berhasil atau gagal dalam menjalaninya.. tetapi perlulah di ingat dan ditanamkan dalam diri kita sendiri, bahwasannya kita selalu diberikan nikmat yang tanpa henti dan tanpa disadari kita tidak menyadari akan nikmat tersebut. 

  Seperti misal, penulis adalah seorang kakak yang berperan untuk membimbing adiknya dan membantu orang tuanya dirumah.. lalu penulisannya diberikan cobaan atau ujian, semisal penulis selalu disalahkan apabila adiknya melakukan hal yang diluar kendali ataupun sesuatu yang negatif. Dan juga penulis sebagai kakak selalu disuruh- suruh untuk mengerjakan sesuatu yang terkadang kita sebagai kakak saja masih belum memahami dan mengerti. Setelah mengahadapi hal tersebut kita mengeluh dan menyalahkan orang tua atau bahkan Tuhan. Kita berkata : mengapa saya harus lahir sebagai kakak? Mengapa saya harus mengahadapi itu semua, yang bahkan saya sendiri tidak mengerti bagaimana menghadapinya?..

  Oleh karena itu sebelum kita menyalahkan atas apa yang telah menimpa diri seorang manusia, perlulah ia pahami bahwa siapa dirinya. Lalu bagaimana caranya, coba kita mulai dengan pertanyaan sederhana yang mungkin kalian semua tidak pernah menanyakan, pertanyaan nya seperti ini. Mengapa saya dilahirkan sebagai anak pertama, dan kenapa tidak adik saya aja yang menjadi anak pertama (kakak) ?...  Apakah pertanyaan seperti itu pernah muncul dalam benak seseorang? 

  Penulis ingin mengajak kepada semua yang mungkin saat ini sedang membaca tulisan ini untuk merenungi sekejap dan menjauhkan diri dari ramai riuhnya dunia ini. Cobalah untuk mencari suasana yang menyejukkan pikiran dan hati, seperti angin di pagi hari dengan pepohonan yang menjulang tinggi, dedaunan yang terus bergoyang, serta aroma bunga yang semerbak harum wanginya. Dengan sedikit kicauan burung yang lintas melewati pepohonan tersebut. Pernahkan dari pada kita untuk melakukan hal tersebut, apakah tiap harinya kita hanya melakukan pekerjaan, makan, tidur, mendengar betapa riuhnya manusia yang sibuk mengejar dunia tanpa habis... Sesekali cobalah untuk melakukan hal tersebut, dan tanyakan pada dirimu sendiri mengenai pertanyaan yang sudah penulis tanyakan. 

  Penulis sendiri sudah mencoba hal ataupun metode tersebut, kalau kata generasi Z ( Gen Z ) saat ini dengan sebutan me time ( meluangkan waktu untuk diri sendiri ). Setelah melakukan me time tersebut, penulis menyadari bahwa penulis diciptakan atau ditakdirkan menjadi kakak ataupun anak pertama, dikarenakan penulis mampu untuk melewati setiap ujian yang diberikan untuk penulis sebagai kakak, seandainya adik yang menjadi kakak, belum tentu ia mampu menghadapi permasalahan yang sedang terjadi, kemungkinan ia akan berakhir dalam kegagalan.

 Pengertian di atas tersebut adalah sedikit contoh dari penulis untuk kalian yang sedang membaca agar dapat memulai atau mencoba mengenali, mencari tahu, dan memahami siapa diri kita sebenarnya. Jangan mengeluh lalu menyalahkan, padahal dirinya sendiri tidak pernah tahu siapa dia yang sebenernya. "Takdir sudah ditentukan pada setiap orang, mau itu takdir buruk ataupun baik, tergantung pada seseorang yang mau mengenali dirinya, memahami, lalu memperbaiki apa yang kurang di dalam dirinya sendiri". 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tujuan Pendidikan

Bersyukurlah

MASA LALU ATAU MASA DEPAN?